Tampilkan postingan dengan label Zoning regulation. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Zoning regulation. Tampilkan semua postingan

17 Jul 2010

Bab III,3.1. Jenis dan jenjang rencana kota

Di berbagai kota di dunia hanya terdapat 3 jenis rencana kota yang sifatnya hirakis yaitu rencana makro, rencana meso dan rencana mikro ( istilah ini penulis gunakan agar tidak rancu dengan istilah yang selama digunakan ini yaitu Rencana Rinci untuk rencana yang bersifat meso. Sesungguhnya rencana rinci adalah tingkatan rencana yang terendah ).

ZONING REGULATION SEBAGAI INSTRUMEN DALAM PENATAAN RUANG

Quantcast
BAB I : PENDAHULUAN
Pembangunan kota memerlukan 2 instrumen penting, yaitu pertama development plan dan kedua development regulation. Tanpa kedua instrument tersebut maka pembangunan kota tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya.
Development plan adalah rencana tata ruang kota yang umumnya di semua negara terdiri dari 3 jenjang rencana yang baku, yaitu rencana makro, rencana meso dan rencana mikro. Sedangkan development regulation atau peraturan zonasi adalah suatu perangkat peraturan yang dipakai sebagai landasan dalam menyusun rencana tata ruang mulai dari jenjang rencana yang paling tinggi (rencana makro) sampai kepada rencana yang sifatnya operasional (rencana mikro) disamping juga akan berfungsi sebagai alat kendali dalam pelaksanaan pembangunan kota.

Bab II :SEJARAH PERATURAN ZONASI DI BERBAGAI NEGARA

Quantcast
Peraturan zonasi dikenal dengan berbagai istilah antara lain :
- Zoning code ( San Diego )
- Zoning ordinance ( New York )
- Zoning and land development code ( Palm Beach )
- Zoning resolution / zoning regulation ( beberapa kota di Amerika Serikat )
- Town Planning Act and Zoning Code ( Jepang )
- Town and Country Planning Act ( Inggris, Singapore, Malaysia )
- Reglement de zone ( Perancis ).

2.2. ZONING DI INGGRIS

Quantcast
Pada abad ke 18 Inggris mengalami revolusi industri yang pertama dengan kebangkitan industri manufaktur yang menjadi penggerak utama roda perekonomian negeri tersebut.
Phenomena tersebut diikuti juga dengan pertambahan penduduk ,migrasi yang cepat dari desa-desa pertanian ke kota dan pembangunan kota-kota industri. Dampaknya adalah timbul kebutuhan perumahan untuk para pekerja di dalam kota. Pembangunan yang cepat dan motif mengambil keuntungan yang besar di kalangan industrialis, telah menyebabkan pembangunan hampir tidak terencana, tidak nyaman dan sama

2.3. ZONING DI AMERIKA

Zoning meskipun di awal kemunculannya di Amerika Serikat sering mendapat kritik tajam dari beberapa pakar karena kuatir akan mengakibatkan rencana kota menjadi rigid, namun pada akhirnya hampir semua sepakat bahwa zoning merupakan instrumen yang sangat penting dalam pembangunan kota.
Bahkan seorang pakar yang juga melakukan kritik tentang zoning mengatakan bahwa zoning for sale is a bad idea. Rigid atau fleksibelnya suatu rencana kota tidak tergantung dari ada atau tidaknya zoning tetapi lebih tergantung pada bagaimana cara menyusun atau membuat aturan-aturan pengendaliannya.

2.4. Zoning di Indonesia

Quantcast
Penerbitan KTV 1941 (peraturan tentang lingkungan dan jenis bangunan) untuk kota Jakarta oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda pada tahun 1941 dapat dikatakan merupakan awal kehadiran peraturan zonasi di Indonesia.
Dalam perjalanannya terutama pada era kepemimpinan Gubernur Ali Sadikin, KTV 1941 dianggap sudah tidak relevan lagi dengan tuntutan pembangunan kota pada saat itu, karena :.